Sederhana & Abadi


Saat ini saya sangat terinspirasi dari pernikahan teman dekat saya. Tepatnya sabtu kemarin….Pernikahan yang benar-benar baru saya temui. Berbeda dan unik serta sangatlah sederhana.

Kesederhanaan itu membuat saya melupakan hampir semua konsep pernikahan yang saya fikirkan, membuang jauh-jauh rasa bangga karena pesta pernikahan mewah dan elegan.

tidak ada gaun pernikahan, tidak ada perhiasan mahal yang dikenakan, tidak ada juga wine dan champage. Kesederhanaan ini terlihat tidak biasa bahkan ini sangat khusuk dalam prosesi pernikahan.

Baju sang pengantin pun terlihat sangat sederhana namun pas dengan badan mereka, make up nya pun tidak berlebihan natural tapi sangat cantik.

Akad pernikahannya di laksanakan di salah satu Mesjid dekat rumahnya dan setelah akad tidak ada resepsi pernikahan, yang ada adalah makan bersama dengan keluarga dan kerabat.

Pada acara sungkeman terlihat begitu haru dan bahagianya kedua mempelai. Dengan Make up yang tidak tebal dia pun bisa menangis tanpa harus memikirkan riasannya akan luntur atau rusak.

maskawinnya pun sederhana saya sempat terfikirkan rencana saya untuk menikah dengan maskawin yang cukup mahal (matre) πŸ˜€

saat acara makan2 mereka tidak mau menerima amplop/kado pernikahan mereka tidak meminta balasan dari para tamu yang datang, saya sempat heran bagaimana mereka bisa melakukan itu tanpa memikirkan biaya pernikahan yang harus mereka tutupi.

dan dia pun menjawab :

saya ingin hari ini adalah hari terindah untuk kami berdua dan saya tidak mengharapkan balasan apapun dari kalian semua, jika memang kalian ingin memberi sesuatu untuk pernikahan kami tolonglah doa kan kami agar bisa menjadi pasangan dunia akhirat”

sangat jarang saya menemui pasangan pengantin yang seperti ini, saya berfikir materi dan perputaran modal pernikahan sementara mereka tidak memikirkan itu sama sekali.

sangat ironis….

akhirnya saya mendapatkan waktu untuk bicara berdua dengan sahabat saya itu , dan inilah yang dia katakan :

“ketika saya memutuskan untuk menikah, saya tidak terfikirkan untuk berpesta pora, yang saya fikirkan itu bagaimana menjadi istri dan orang tua yang baik kelak. Saat dia melamar saya dan bertanya ingin maskawin apa? saya hanya menginginkan keikhlasannya ketika saya meninggal nanti karena itu lah kunci saya untuk masuk surga”

saya tidak bisa menahan air mata saya, haru dan terbangunlah saya dari gemerlapnya keinginan saya yang terlalu duniawi.

ketika saya dan ibu saya serta kerabatnya memikirkan konsep pernikahan sebagus dan seindah mungkin. ada satu faktor yang sering terlupakan yaitu niatan awal pernikahan itu sendiri.

semoga tulisan saya ini menjadi inspirasi untuk anda semua πŸ˜€

rings

Advertisements

4 thoughts on “Sederhana & Abadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s