Sekian Lama


Lembayung senja membawa ku
pada memori lama teringat aku pada saat itu saat aku duduk menunggu bertanya tanya siapa yang sebenarnya aku tunggu.
Tak pernah ku temui dia tak kenal jua dengan dirinya tapi Tuhan mempertemukan kita.
Kami berjalan dan tersesat dalam kota yang beranjak malam,tanpa ada arah tujuan tapi tak mengapa karena kami banyak bercerita sepanjang jalan.
Ku sadari hati ini tertarik padanya,ku tau dia juga rasakan yang sama.
Tak pernah aku berani untuk menggantinya.
Rasa cinta terasa semakin dalam saat dia jauh saat dia hilang. Tak berani aku katakan rindu walaupun ku tau diapun merindu.
Dialah satu yang bisa membuai hati datang dalam mimpi.
Sekian lama ku rasa tapi tak ku katakan ku biarkan itu terbenam terkubur.
Sekian lama ku mencoba tapi tak ku lafazkan sulitnya merangkai butir kata.
Ku tak tau apa yang harus aku lakukan agar dia mengerti adanya hati menanti.
Sekian lama aku mencintai dia.
Hingga lembayung menghilang ku tetap tak tahu apa yang ku lakukan,bingung menilai diri dengan apa yang ku rasa.
Tak ada seorangpun yang bisa hapuskan rasa cinta ku padanya,hentikan rinduku padanya.
Sekian lama ku mencintai hanya dia yang ku inginkan.
Sudah sekian kali ku coba gantikannya tapi Tuhan tak izinkan itu terjadi.
Maka biarkan ku mencintainya karna sekian lama rasa ini menanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s