Kendala Materi Dalam Pernikahan


Assalamualaikum wr.wb

Selamat datang di blog saya ^^ untuk kali ini saya akan membahas mengenai Materi dan Pernikahan, kasus ini memang sudah sangat sering diangkat dan menjadi trend topik untuk para calon pengantin. Ketika calon mertua menginginkan jumlah mahar yang tinggi, seserahan yang mewah, resepsi pernikahan yang exclusive, dan mengatur hadiah / uang pemberian tamu agar bisa menutupi modal pernikahan, berhat-hatilah karena ini bisa menggangu keikhlasan pernikahan.

Sebagai perumapamaan ada seorang pria yang berniat untuk menikahi wanita pujaannya, akan tetapi sang calon istri mematok mahar tinggi seperti kalung emas, cincin berlian, rumah mewah dan mobil keluaran baru, sementara kemampuan ekonomi pria ini hanya bisa memberikan mahar di bawah 10 juta saja, selain itu penghasilan pria ini hanya bisa untuk menghidupi orang tua dan adiknya dengan sederhana, sehingga bisa dipastikan dia tidak bisa memberikan mahar yang diminta calon istri tersebut, dan akhirnya sang pria iniย  mengurungkan hatinya untuk menikahi wanita tersebut.

Saya akan coba menjelaskan beberapa hal yang bisa merusak keikhlasan pernikahan :

1. Mahar yang Tinggi

Seperti yang dijelaskan pada Surat An Nissa [4:4] : “Berikanlah mahar kepada wanita-wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan”. Dari surat ini sudah dijelaskan Mahar adalah hak istri, dan dialah yang menentukan jumlahnya, dan suami akan memberikannya pada aqad nikah berlangsung.

Akan tetapi ada yang beranggapan semakin tinggi mahar yang diberikan akan mencerminkan nilai calon pengantin wanita, dan sang orang tua pun akan merasa bangga ketika sang anak mendapatklan mahar yang tinggi bahkan sangat tinggi.

ada juga orang tua yang menetapkan harga mahar yang tinggi dengan alasan jaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti suami meninggal atau meninggalkannya sehingga sang istri masih mempunyai benda berharga yang bisa dipakainya untuk membiayai hidup.

2.”Seserahan” yang Mahal

Seserahan adalah hadiah pernikahan yang sepertinya wajib di Indonesia, biasanya seserahan ini diminta oleh calon pengantin wanita, akan tetapi dalam Islam selain Mahar tidak ada lagi pemberian wajib yang diberikan pengantin pria, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa salam mengajarkan kesderhanaan dalam segala hal termasuk dalam pernikahan, sebisa mungkin budget yang dikeluarkan sesuai dengan kemampuan kita, jangan sampai setelah pesta pernikahan selesai kita dipusingkan oleh hutang yang menumpuk. Ga mau kan? hhehe ๐Ÿ˜›

3. Daftar Hadiah

Hadiah pernikahan dari para tamu undangan yang hadir biasanya berupa uang dalam amplop / angpao ataupun hadiah benda dalam bentuk kado.

ada beberapa orang yang mnuliskan nomor urut pada angpao berdasarkan nomor urut pada buku tamu sebelum dimasukan ke dalam kotak, hal ini dilakukan agar pihak penyelenggara tau tiap-tiap tamu undangan memberi berapa.

tidak dipungkiri banyak orang yang mengandalkan hadiah pernikahan untuk menutupi biaya yang harus mereka bayar kepada pihak WO , tetapi alangkah lebih baiknya jika kita memberika langsung kepada pengantin.

 

Nah …. cukup sekian penjelasan dari saya ^^ semoga mambantu

 

Wassalamualaikum wr.wb

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s