“Maaf” Ringan di Bibir


“Aku pantas kau cerca karena noda hitam besar yang sudah ku tumpahkan kedalam kanvas hidupku,hidup kita. Ketika aku hanya ingat dan mendekat kepada syaitan yang membisikan dan mengarahkan kedua tangan dan kaki ku kedalam jurang maksiat, Maaf”.

Kata maaf hanyalah 4 huruf yang terasa ringan di bibir dan berat di hati, kata maaf bertautan langsung dengan hati dan jiwa kita. Kata maaf yang terucap dibibir tanpa adanya hati dan rasa penyesalan didalamnya sangat mudah kita temui, bahkan mungkin kita juga sering melakukannya.

Maaf dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti pembebasan seseorang dari hukuman karena suatu kesalahan atau mengungkapkan permintaan izin untuk melakukan sesuatu. Ketika seseorang dimaafkan maka catatan buruknya pun akan dihilangkan / diputihkan.

Kalau ada kesalahan dan kedurhakaan yang harus lebih dulu kita mintakan maaf adalah kesalahan dan kedurhakaan kepada Allah Sang Pemberi Hidup dan Mati. Kezhaliman yang paling besar yang dapat dilakukan manusia adalah menyekutukan Allah / syirik baik yang kita lakukan secara sadar atau pun tidak sadar.

Bahkan kita sering memarahi anak kecil yang belum bisa bicara karena dia memberantakan isi rumah dengan mainannya, tapi anak itu memiliki hak untuk tidak dimaki-maki bahkan dimarahi oleh orang lain yang lebih dewasa darinya. Ketika kita memiliki keponakan kecil ataupun kita memiliki anak kecil dirumah yang sering membuat kita jengkel kadang kita menjadi khilaf dan marah-marah itu artinya kita mengabaikan atau melanggar hak anak itu, meminta maaflah kepada anak itu dan kepada Allah.

Ketika kita melakukan perbuatan dosa maka kita harus bertobat kepada Allah dan Rasulullah , memohon ampunanNya berjanji dan berikhtiar untuk tidak melakukan hal yang menjerumuskan kita kedalam dosa lagi. Mengapa kita harus memaafkan? Karena memaafkan adalah amalan shalih yang sangat besar keutamaannya dan dianjurkan dalam islam.

”Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan perbuatan baik serta berpisalah dari orang-orang yang bodoh” [QS Al-A’raf :199].

Dan diayat lain dijelaskan : “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah, kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu” [QS Ali Imran :159].

Image

Sifat ini termasuk ciri hamba Allah yang bertaqwa kepadaNya sepertinya yang dijelakan dalam ayat ini “Orang yang bertaqwa adalah mereka yang menafkankan hartanya baik di waktu lapang maupun di waktu sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya serta mudah memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” [QS Ali Imran :134].

Rasulullah mengajarkan kita untuk memperbanyak doa ini ketika bulan Ramadhan “Aku bersaksi tiada apa pun yang layak disembah selain Allah, aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon kepadaMu ridhaMu dan surgaMu dan aku berlindung kepadaMu dari kemurkaanMu dan nerakaMu. Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Maha Mulia. Engaku suka memaafkan maka maafkanlah aku wahai Allah yang Mahamulia” [HR At-Tirmidzi].

Kita sering mendengar kata “Maaf maaf enak aja minta maaf gampang kamu bilang maaf “ ataupun “Dia berbuat salah berkali-kali apa harus saya maafkan?”.Apa kita pernah berfikir berapa banyak kesalahan yang sudah kita lakukan kepada Allah? Sudah berapa kali kita lalai dalam menjalankan tugas dariNya? Dan apakah Allah pernah berkata “Aku sudah lelah memaafkan mu”?? .

Allah itu Maha Memaafkan Dia suka sekali orang-orang yang bertaubat meminta maaf kepadaNya, kita ini hanyalah mahlukNya yang tidak memiliki apa-apa dan jika kita merasa lelah memaafkan kesalahan orang lain, betapa sombongnya kita Allah saja yang memiliki seisi alam ini pun selalu memaafkan kesalahan kita yang sudah tidak terhitung banyaknya.

Allah Al-‘Afuw adalah zat yang maha menghapuskan dosa-dosa dan memaafkan perbuatan-perbuatan maksiat [Fiqhul asmaa-il husna hal.142]. dan dijelaskan dalam ayat “Sesungguhnya Allah benar-benar Mahapemaaf lagi Mahapengampun” [QS Al-Hajj :60]. Sifat memaafkan dan mengampuni adalah sifat-sifat yang tetap dan terus menerus ada pada zat Allah yang Mahamulia. Dan pengangaruh baik dalam sifat ini senantiasa meliputi mahlukNya di siang dan malam. Karena sifat memaafkan dan mengampuni yang dimiliki Allah meliputi semua mahluk, dosa dan perbuatan maksiat.

Dan ingatlah “Sesungguhnya perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan buruk” [QS Hud : 114], Sebagai mahluk yang banyak berbuat dosa dan tidak lepas dari kesalahan baik disengaja atau pun tidak, memaafkan orang lain yang sudah berbuat tidak baik pada kita akan mengahapuskan dosa-dosa kita sebelumnya, Allah pun menyukai orang-orang yang bertaubat dan meyadari kesalahannya “Dan sesungguhnya Aku benar-benar Mahapengampun bagi orang yang bertaubat,beriman,beramal shalih kemudian tetap dijalan yang benar” [QS Thaahaa :82].

Semoga kita semua bisa menjadi manusia yang pemaaf dan selalu dimaafkan oleh Allah SWT berada dalam lindunganNya , selalu dituntun dijalan yang lurus dan dijauhkan dari perbuatan yang akan membuat dosa kecil maupun dosa besar.

 

Advertisements

10 thoughts on ““Maaf” Ringan di Bibir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s