Bekerja di Dunia Perbankan / Jasa Keuangan


Ini adalah pengalaman pertama saya bekerja di perusahaan Perbankan / Jasa keuangan, saya akan membagikan kesan kesan saya selama kurang lebih 6 bulan bekerja di salah satu perusahaan Jasa Keuangan. Pertama saya akan membahas mengenai posisi pekerjaan saya, sayang nya saya tidak bekerja di front liner seperti teller / customer service, saya bekerja di belakang layar. Posisi saya adalah sebagai Customer Repayment Service Administrator, kerjanya itu adalah menangani pembayaran dan rekening macet. Ya, rekening macet yang dimaksud rekening macet disini adalah nasabah yang telat membayar angsuran. Hal ini dikarenakan saya ditempatkan pada divisi Risk Management, kalau kata orang posisi saya adalah yang paling terakhir / ujung dalam dunia perbankan.

Walaupun bekerja di belakang layar saya juga berkesempatan untuk bertemu dengan nasabah, tapi bukan untuk membuka rekening atau pengajuan kredit ya, tapi untuk memastikan nasabah membayar tunggakan. Banyak suka duka nya dalam menghadapi nasabah yang menunggak tagihannya, mulai yang marah – marah, nangis minta keringanan , bawa ORMAS (Organisasi Masyarakat) untuk back up tunggakan mereka, bawa polisi dan dilanjutkan ke jalur hukum, sampai drama queen datang membuat ceita seakan-akan dia korban.

Namun ada satu kasus yang mejadi perhatian saya yaitu ‘pinjaman atas nama’ , Pinjaman atas nama adalah salah satu cara mendapatkan pinjaman dana atau kredit benda dengan menggunakan nama dan identitas orang lain. Kebanyakan dari mereka ini bersekongkol untuk mendapatkan pinjaman tersebut, ini tidak seperti phissing atau pencurian identitas dalam dunia IT, dikarenakan 2 orang ini mereka sama – sama sadar dan mengetahui apa yang dilakukannya.

Saya berikan satu contoh, sebut saja Budi dan Ani, Budi ingin memiliki laptop keluaran terbaru akan tetapi Budi sudah pernah mengajukan pinjaman dana di Bank /  Perusahaan Jasa Keuangan tersebut, Budi meminta tolong Ani untuk mengajukan kredit Laptop baru atas nama Ani, tetapi Budi berjanji pada Ani untuk membayar cicilannya setiap bulan, dan Ani di iming-imingi sejumlah uang untuk melakukan hal tersebut, akhirnya Ani menyetujui dan mengajukan Kredit laptop seseuai dengan yang Budi katakan. Singkat cerita setelah 5 bulan Budi tidak membayar cicilan laptop tersebut dan menghilang, sehingga Ani dihubungi oleh pihak Desk Collection untuk membayar tagihan tersebut, walaupun Ani mengaku bahwa Budi lah yang menggunakan laptop tersebut pihak Bank tidak akan menagih ke Budi, karena data yang mereka miliki adalah data Ani. Hingga akhirnya Ani harus membayar sisa dari cicilan laptop tersebut dan menyesal karena sudah meminjamkan identitas dirinya.

Kasus ini terjadi berulang kali dengan korban yang berbeda, pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini adalah jangan pernah meminjamkan data pribadi anda kepada siapapun, termasuk teman dekat dan keluarga. Anda bukan hanya akan rugi membayar barang atau pinjaman orang lain, tetapi BI Checking anda akan tercoreng, untuk anda yang bekerja sebagai PNS atau anda ingin bekerja di perbankan / jasa keuangan, BI Checking anda harus bersih atau anda tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan tersebut.

Bergayalah sesuai kemampuan yang ada miliki, itu adalah hal penting jangan hanya karena anda ingin terlihat kece / keren di mata teman kerja atau keluarga anda pinjam sana sini dan akhirnya tidak bisa membayar dan berakhir di tangan hukum. Menurut survey yang saya lakukan sendiri 80% orang yang mengajukan pinjaman , mereka membeli telepon pintar dan laptop keluaran terbaru dimana hampir rata-rata perusahaan telepon pintar mengeluarkan model terbaru dalam 3 bulan. Jadi dalam 1 tahun mereka bisa berganti model telepon pintar sebanyak 3 – 4 kali.

Selain itu saya juga memiliki partner yang luar biasa sekali, saya membawahi -/+ 40 staff yang menangani perihal kasus –kasus yang terjadi dalam perusahaan berkaitan dengan kredit macet tentunya, ini pengalamam pertama saya memiliki bawahan yang sebanyak ini, dan semua berjalan dengan baik. Sebenarnya banyak sekali kasus yang saya hadapi selama bekerja disini, dilain kesempatan saya akan jabarkan secara rinci satu persatu dan tipsnya.

Saya senang bisa bekerja diposisi ini karena saya belajar banyak hal baru yang tidak pernah saya alami di perusahaan sebelumnya, dan saya juga mendapatkan banyak perlajaran untuk lebih bijak menggunakan uang serta menjaga data pribadi. Dan selama saya bekerja saya bisa sedikit tahu mengenai data security dan cyber security yang dijalankan di perusahaan ini.

Terima kasih sudah mampir dan baca-baca artikel ini semoga ada pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s